19.37
0
Kriteria Pemimpin Yang Baik.  
Pertama, Bersikap Adil, dalam arti memberi kebijakan pada suatu organisasi yang dipimpinnya baik di lembaga pemerintah, swasta atau di masyarakat dengan adil dan merata,dengan tidak memilah-milah, tidak berat sebelah atau membeda-bedakan (diskriminasi) antara satu dengan yang lainnya. Misalkan memberikan sesuatu tidak hanya
ditujukan kepada seseorang saja atau kelompok saja, tetapi harus bersikap universal dalam satu kesatuan organisasi.

Kedua, Bersikap Kerjasama (joint venture), Sikap pemimpin dalam memecahkan masalah (problem solving) pada suatu organisasi tidak dilakukan dengan sendirinya (individualis) tetapi mengajak anggotanya untuk ikut berkiprah dalam suatu masalah baik suka maupun duka. Sehingga tidak ada anggapan ketika pemimpin merasakan kebahagiaan, kegembiraan maka hanya dia sendiri yang merasakannya dan orang lain tidak boleh tahu, dan ketika pemimpin merasakan penderitaan, maka orang lain harus tahu apa yang dideritanya dan anggotanya harus ikut membantunya.

Ketiga, Bersikap Jujur, dalam arti tidak menyembunyikan sesuatu kepada anggotanya tetapi harus bersikap terbuka (openship) jika yang benar katakanlah benar, jika yang salah katakanlah salah.

Keempat, Bersikap Toleransi, dalam arti tidak kikir terhadap anggotanya baik berkaitan masalah materi atau pendapat yang dimilikinya, ketika pemimpin mendapat surprise dalam suatu kebijakan tentang kemudahan dalam dirinya, maka si pemimpin harus membagikan materi atau pendapat tadi, karena bagaimanapun berhasil atau tidaknya suatu organisasi adalah tergantung dimensi akselerasi yang dijalankan oleh anggotanya atau dengan kata lain menghargai anggotanya.

Kelima, Bersikap Ibadah, dalam arti melaksanakan tugas sebagai pemimpin organisasi, tidak terfokus kepada imbalannya saja, sehingga tidak ada urgensi secara public ketika sedang melakukan pekerjaan dikarenakan ada sesuatu yang memberikan motivasi (imbalan) maka pekerjaan itu akan diselesaikan dengan cepat, tetapi sebaliknya ketika pekerjaan itu tidak ada sama sekali pemberi motivasi (imbalan) maka pekerjaan itu akan diulur-ulurnya.

Keenam, Bersikap Amanah, dalam arti menyampaikan sesuatu yang bersifat material atau spiritual terhadap anggotanya (bawahan) dengan tetap menekankan pada kejujuran secara konkrit.

KetujuhTidak Egois, dalam arti menjadi pemimpin itu tidak bersikap egois yaitu tidak mementingkan dirinya sendiri.